Pages - Menu

Saturday, April 25, 2020

Berani Menghadapi Tantangan

Maka Tuhan membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.—2 Raja-Raja 6:17
Berani Menghadapi Tantangan
Tom mengejar anak-anak muda yang baru saja mencuri sepeda temannya. Ia tidak punya rencana apa-apa. Pokoknya ia ingin mengambil kembali sepeda itu. Namun, yang mengejutkan, ketiga pencuri itu melihat ke arahnya, menjatuhkan sepeda itu, dan kabur. Tom merasa lega sekaligus kagum pada dirinya sendiri. Saat mengambil sepeda tersebut dan membalikkan badannya, ia pun melihat Jeff, seorang teman berotot kekar yang dari tadi membuntutinya.
Bujang Elisa sempat panik ketika melihat kotanya dikepung oleh sepasukan tentara musuh. Ia berlari mendapati Elisa dan berkata, “Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?” Elisa meyuruhnya tenang, “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka”. Lalu Allah membuka mata pelayan itu dan ia pun melihat “gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa” (ay.15-17).
Dalam hidup mengikut Yesus, adakalanya kamu berada dalam situasi yang serba tidak pasti. Mungkin kamu harus mempertaruhkan reputasi, bahkan mungkin juga rasa aman, karena kamu bertekad melakukan hal yang benar. Mungkin kamu juga kurang tidur karena gelisah memikirkan hasil akhirnya. Ingatlah, kamu tidak sendirian. kamu tidak perlu menjadi lebih kuat atau lebih pintar daripada tantangan yang sedang kamu hadapi. Tuhan Yesus menyertai kamu, dan kuasa-Nya lebih besar daripada musuh apa pun. Tanyakanlah pertanyaan Paulus ini kepada dirimu sendiri: “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” (Rm. 8:31). Ya, siapa? Tidak ada. Karena itu, bersama Allah, beranilah menghadapi tantangan di depanmu.—Mike Wittmer
WAWASAN
Perikop hari ini menggambarkan realita menakjubkan tentang dunia yang memiliki dimensi fisik yang terlihat maupun dimensi rohani yang (lebih seringnya) tidak terlihat. Bujang Elisa panik karena ia tidak dapat melihat bala tentara yang mengelilingi mereka—“kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa” (2 Raj. 6:17). Hal ini berlawanan dengan respon tenang Elisa ketika ia meminta Allah membuka mata bujangnya. Tidak diketahui bagaimana respon bujang itu setelah mendapatkan penglihatan baru. Penulis memperlihatkan kepada pembaca, tanpa memberitahu secara spesifik, apa yang dapat terjadi ketika kita hanya berfokus pada satu realita saja. Ketika kita takut, kita harus ingat bahwa kita tidak selalu melihat bagaimana Allah menolong dan melindungi kita.—J.R. Hudberg
Hal apa saja yang membuatmu gelisah? Bagaimana kamu dapat menyerahkan kekhawatiranmu kepada Allah?
Mampukan aku, ya Tuhan Yesus, untuk benar-benar melihat bahwa Engkau lebih besar daripada masalah apa pun yang kuhadapi hari ini. Terima kasih karena Engkau selalu menyertaiku!

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate