Pages - Menu

Sunday, April 26, 2020

Nyanyian Bapa Kita

Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai.—Zefanya 3:17
Nyanyian Bapa Kita
Sahabat saya, Dandy, senang menyemangati orang lewat nyanyian. Suatu hari kami sedang makan siang di restoran favoritnya ketika ia menyadari bahwa seorang pelayan restoran sedang bersusah hati. Ia mengajukan beberapa pertanyaan kepada pelayan itu dan mulai menyanyikan lagu yang bernada ceria untuk menyemangatinya. “kamu baik sekali, Pak. Saya benar-benar terhibur. Terima kasih banyak,” kata pelayan itu sambil tersenyum lebar dan menuliskan pesanan kami.
Dalam kitab Zefanya kita menemukan bahwa Allah senang bernyanyi. Lewat kata-katanya, Nabi Zefanya dengan lihai menggambarkan Allah sebagai musisi yang senang bernyanyi untuk dan bersama anak-anak-Nya. Ia menulis bahwa Allah akan “bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai” (3:17). Allah berjanji akan selalu menyertai mereka yang telah diubahkan oleh belas kasihan-Nya. Namun, tidak sampai di situ saja! Dia juga mengajak umat-Nya, “bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati” (ay.14).
Sungguh tak terbayangkan apa yang akan terjadi ketika kelak kita berjumpa dengan Allah bersama dengan semua orang yang telah mempercayai Yesus sebagai Juruselamat mereka. Akan sangat menakjubkan mendengar Bapa kita di surga bersorak-sorai sambil bernyanyi untuk dan bersama kita yang merasakan kasih, perkenanan, dan penerimaan-Nya.—Estera Pirosca Escobar
WAWASAN
Bukan hal yang aneh lagi bila pembaca Alkitab kebingungan membaca nubuatan Zefanya yang singkat namun kuat—kitab kesembilan dari dua belas kitab nabi yang pendek (Nabi-nabi Kecil) dalam Perjanjian Lama. Zefanya (namanya berarti “Tuhan menyembunyikan” atau “ia yang disembunyikan oleh Tuhan”) adalah nabi yang hidup pada masa pemerintahan Raja Yosia (640–609 SM; Zef. 1:1). Tema yang dominan dalam kitab itu adalah penghakiman yang jangkauannya luas—penghakiman yang mencakup umat Allah: “ ‘Aku akan melenyapkan manusia dari atas muka bumi, demikianlah Firman Tuhan. Aku akan mengacungkan tangan-Ku terhadap Yehuda dan terhadap segenap penduduk Yerusalem’ “ (1:3-4). Istilah “hari TUHAN” (1:7)—saat terjadinya perhitungan Ilahi yang menjangkau secara luas terhadap kejahatan—digunakan selama tujuh kali dalam kitab ini, lebih banyak dari yang digunakan oleh nabi-nabi Perjanjian Lama lainnya. Namun, kitab ini diakhiri dengan sebuah catatan tentang harapan dan penyelamatan (3:14-20).—Arthur Jackson
Bagaimana cara kamu merayakan kasih Allah bagimu? Lagu apa yang Dia nyanyikan untuk dan bersamamu hari ini?
Bapa, kami tahu bahwa karena kesetiaan kami kepada Yesus, Engkau tidak hanya menerima kami tetapi juga bersukacita bersama kami dan berkenan atas kami, anak-anak-Mu. Terima kasih untuk kasih-Mu.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate