Pages - Menu

Saturday, April 18, 2020

Merasa Dipedulikan

Tuhan semesta alam menyertai kita.—Mazmur 46:12
Merasa Dipedulikan
Debbie, pemilik sebuah perusahaan jasa pembersihan rumah, selalu mencari klien-klien baru untuk memperbesar usahanya. Suatu kali, wanita yang dihubunginya menanggapi tawarannya dengan berkata, “Saya tidak mampu membayar jasa pembersihan rumah saat ini, karena saya sedang menjalani perawatan kanker.” Seketika itu juga Debbie memutuskan bahwa tidak akan ada wanita yang tidak bisa menikmati jasa pembersihan rumah karena sedang menjalani perawatan kanker. Sebaliknya, mereka akan ditawari jasa pembersihan rumah secara cuma-cuma. Karena itu, pada tahun 2005, Debbie mendirikan organisasi nirlaba untuk membantu perusahaan-perusahaan yang ingin menyumbangkan jasa pembersihan rumah bagi para wanita yang sedang berjuang melawan kanker. Salah seorang wanita yang dilayani merasa mendapatkan kembali rasa percaya dirinya ketika ia pulang dan mendapati rumahnya sudah bersih. Ia berkata, “Untuk pertama kalinya, saya benar-benar yakin saya bisa menang atas kanker.”
Perasaan dipedulikan dan didukung dapat membantu untuk menguatkan kita di hadapan tantangan yang ada. Kesadaran akan kehadiran dan pertolongan Allah dapat sungguh-sungguh membawa harapan yang membesarkan semangat kita. Mazmur 46, suatu mazmur kesukaan banyak orang yang tengah menghadapi pencobaan, mengingatkan kita: “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti” dan “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! . . . Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi! Tuhan semesta alam menyertai kita” (ay.2,11-12).
Mengingatkan diri sendiri akan janji-janji Allah dan kehadiran-Nya dapat menolong untuk memperbarui hati kita dan memberikan kepada kita keberanian serta keyakinan untuk melewati masa-masa sulit.—Anne Cetas
WAWASAN
Menilik bahasa pengantarnya yang bernada suram, mazmur ini kemungkinan ditulis ketika sedang terjadi krisis penting. Namun krisis apa? Banyak sarjana meyakini krisis itu terjadi pada masa pemerintahan Hizkia ketika tentara Asyur mengepung Yerusalem. Meski keadaannya kelihatan gawat bagi umat Allah, namun sesungguhnya kota itu memiliki dua keuntungan yang tidak diketahui oleh orang Asyur. Hizkia telah melindungi mata air Gihon, yang terletak di luar kota, dengan membuat terowongan menembus batu dan mengalirkan airnya ke sebuah sumber air. Kemudian ia menyembunyikan mata air itu. Mata air pemberi hidup ini mungkin menjadi inspirasi bagi ayat ini: “Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai” (Mzm. 46:5). Namun, yang paling penting, pemazmur tahu sumber utama keselamatan kota itu. Ada hadirat Allah yang sejati di Yerusalem. Campur tangan Allah yang ajaib atas kota itu berarti penduduknya hanya perlu berdiam dan menantikan kelepasan dari-Nya. Dialah Mata Air yang memelihara kehidupan.—Tim Gustafson
Untuk pencobaan-pencobaan apa saja kamu bergantung pada kekuatan Allah? Ayat-ayat Alkitab mana yang menolongmu?
Aku bersyukur, ya Allah, untuk kehadiran dan janji-janji-Mu. Kiranya aku menunjukkan perilaku yang mempercayai-Mu dan meyakini kesanggupan-Mu untuk menguatkanku.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate