Pages - Menu

Friday, May 8, 2020

Pria yang Tidak Bisa Bicara

Besarlah Tuhan, dan sangat terpuji. —Mazmur 96:4 BIS

Pria yang Tidak Bisa Bicara

Di sebuah panti wreda di Belize, seorang pria duduk di atas kursi rodanya mendengarkan dengan gembira sekelompok remaja asal Amerika Serikat bernyanyi tentang Yesus. Kemudian, ketika beberapa dari mereka berusaha berkomunikasi dengannya, mereka baru tahu bahwa pria itu tidak bisa bicara. Serangan otak telah merenggut kemampuannya berbicara.

Karena tidak bisa mengobrol dengan pria itu, para remaja tersebut memutuskan bernyanyi untuknya. Ketika mereka mulai bernyanyi, sesuatu yang luar biasa terjadi. Pria yang sebelumnya tidak bisa bicara itu mulai ikut bernyanyi. Dengan antusias dan bersemangat ia mengikuti mereka menyanyikan lagu “Sungguh Besar Kau Allahku”.

Sungguh momen yang luar biasa bagi semua orang di sana. Kasih pria itu kepada Allah telah meruntuhkan segala hambatan dan menghasilkan pujian yang terdengar oleh semua—pujian sukacita yang dinyanyikan dengan sepenuh hati.

Adakalanya kita menemui berbagai hambatan ketika kita mau memuji Tuhan. Mungkin kita sedang didera konflik dengan orang lain atau mengalami masalah keuangan. Atau mungkin karena hubungan kita dengan Allah sedang renggang.

Pria yang tidak bisa bicara tadi mengingatkan kita bahwa kebesaran dan keagungan Allah kita yang Mahakuasa sanggup mengatasi segala hambatan. “Ya Tuhanku, tak putus aku heran, melihat ciptaan-Mu yang besar!”

Apakah kamu sedang sulit memuji Allah? Renungkanlah kebesaran Allah kita dengan membaca bagian Kitab Suci seperti Mazmur 96, dan kiranya kamu pun mengalami bagaimana berbagai hambatan dan keenggananmu tergantikan dengan pujian. —Dave Branon

WAWASAN
Allah memilih Abraham sebagai bapa dari umat pilihan-Nya. Namun, Allah tidak pernah memaksudkan keselamatan menjadi bagian eksklusif bangsa Israel saja. Dari awal hingga akhir mazmur pujian yang agung ini, kita dapat melihat rahmat Allah yang merangkul semua orang yang akan percaya pada-Nya. Mazmur 96 dimulai dengan “Menyanyilah bagi Tuhan, hai segenap bumi” (ay.1). Ayat 3 memerintahkan umat Allah untuk menceritakan “kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa.” Ayat 7 memanggil “suku-suku bangsa” untuk memuji Allah. Mazmur ini diakhiri dengan, “Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya” (ay.13). Rencana Allah atas umat pilihan-Nya adalah agar mereka membawa Kabar Baik tentang kasih-Nya kepada seluruh umat manusia. —Tim Gustafson

Ketika kamu membaca Mazmur 96, apa yang menarik perhatianmu tentang Allah kita yang Mahabesar? Apa saja yang terkadang menghambatmu untuk memuji-Nya? Bagaimana kamu bisa bertumbuh untuk semakin bersemangat memuji Allah?

Allah kami yang Mahabesar, aku sangat mengagumi kebesaran-Mu. Sungguh besar Kau Allahku!

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate