Pages - Menu

Wednesday, June 17, 2020

Menari bagi Tuhan

Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: “Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini?”—Markus 14:4

Menari bagi Tuhan

Beberapa tahun lalu, saya dan istri mengikuti kebaktian di sebuah gereja kecil. Di tengah ibadah, seorang wanita mulai menari di lorong ruang kebaktian. Tak lama kemudian beberapa jemaat lain ikut menari bersamanya. Saya dan istri berpandang-pandangan sambil memikirkan hal yang sama: “Kita tidak akan ikutan!” Kami datang dari latar belakang gereja yang beribadah dengan liturgi yang khidmat, sehingga jujur saja, bentuk penyembahan yang berbeda ini membuat kami kurang nyaman.

Namun, kisah tentang “pemborosan” minyak narwastu yang dilakukan oleh Maria dalam Injil Markus menunjukkan bahwa kasih kita kepada Tuhan Yesus bisa saja diungkapkan dalam cara-cara yang akan membuat orang lain merasa tidak nyaman (Mrk. 14:1-9). Minyak yang dicurahkan Maria itu bernilai lebih dari upah kerja selama setahun. Tindakan yang dipandang tidak bijaksana tersebut mengundang cemoohan para murid. Kata yang dipakai Markus untuk menjelaskan reaksi para murid menunjukkan bagaimana mereka mengolok-olok dan memandang rendah Maria. Maria mungkin sempat terperangah dan cemas akan tanggapan Yesus. Namun, Yesus justru memuji dan membela cara Maria memuliakan-Nya dan membelanya di hadapan murid-murid-Nya, karena Dia melihat kasih yang melatarbelakangi perbuatan yang oleh sebagian orang dianggap tidak berguna itu. Dia berkata, “Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku” (ay.6).

Entah bentuknya informal atau formal, tenang atau riang, setiap penyembahan keluar dari hati yang tulus mengasihi Yesus. Dia sungguh layak menerima segala penyembahan dari setiap hati yang mengasihi-Nya.—David H. Roper

WAWASAN
Markus 13 berakhir dengan Yesus mengingatkan murid-murid-Nya, dan semua orang, untuk berjaga-jaga agar tidak kedapatan sedang tidur ketika Dia kembali (ay.35-36). Pasal 14 memberi kita contoh-contoh kontras tentang apa artinya berjaga-jaga. Ke dalam kisah tentang mereka yang berkonspirasi untuk menyingkirkan Yesus (14:1-2,10-11), Markus menyisipkan kisah tentang seorang perempuan yang menghormati Yesus menjelang kematian-Nya (ay.3-9). Dalam semangatnya mengasihi Yesus, perempuan ini berjaga-jaga, walaupun mungkin ia tidak secara sadar mengetahui bahwa ia sedang mempersiapkan Yesus menghadapi penderitaan (ay.6-9). Di lain pihak, para pemimpin agama tidak tahu bahwa dengan rencana rahasia mereka untuk membunuh Yesus, sesungguhnya mereka, bersama Yudas, justru hendak mengkhianati dan menuntut penyaliban Juruselamat yang telah mereka nantikan sejak lama. Dua hari sebelum hari raya Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi, mereka tertidur dalam apa yang oleh Yesus disebut sebagai “ragi” kemunafikan (Lukas 12:1). —Mart DeHaan

Menurutmu, mengapa kita seringkali mengkritik bentuk penyembahan yang dirasa tidak lazim bagi kita? Bagaimana kita dapat mengubah pemikiran kita tentang cara penyembahan yang kurang nyaman bagi kita?

Aku tunduk di hadapan-Mu, Allah Mahakuasa, dan menyembah-Mu saat ini. Engkau sungguh layak menerima pujian dan pengagungan yang tertinggi.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate