Pages - Menu

Wednesday, July 29, 2020

Kasih yang Tidak Lazim

Mefiboset makan sehidangan dengan Daud sebagai salah seorang anak raja. —2 Samuel 9:11
Kasih yang Tidak Lazim
Tom bekerja di sebuah biro hukum yang memberikan konsultasi bagi perusahaan milik Bob. Tom dan Bob lalu berteman, tetapi kemudian Tom ketahuan menggelapkan uang ribuan dolar dari perusahaan Bob. Bob marah dan sakit hati, tetapi ia menerima nasihat bijak dari seorang Kristen yang menjabat sebagai wakil presiden perusahaannya. Wakilnya itu melihat bahwa Tom benar-benar menyesal dan sangat malu, maka ia menasihati Bob untuk mencabut gugatan dan justru mempekerjakan Tom. “Beri gaji yang cukup supaya ia bisa mengganti uang yang dicurinya. Engkau akan mendapat karyawan yang setia karena merasa berutang budi kepadamu.” Bob setuju, dan Tom pun menjadi karyawan yang setia dan sangat berterima kasih kepadanya.
Mefiboset, anak Yonatan dan cucu Raja Saul, berada dalam posisi sulit ketika Daud menjadi raja. Kebanyakan raja akan membunuh keturunan raja sebelumnya, tetapi Daud mengasihi Yonatan, dan memperlakukan putranya yang masih hidup sebagai anaknya sendiri (baca 2 Sam. 9:1-13). Kemurahan hati membuatnya memiliki teman yang setia seumur hidup. Mefiboset takjub karena walaupun ia “patut dihukum mati oleh tuanku raja, tuanku telah mengangkat hambamu ini” (19:28). Ia tetap setia, bahkan ketika Absalom, putra Daud, mengusir Daud dari Yerusalem (2 Sam. 16:1-4; 19:24-30).
Apakah kamu menginginkan teman yang setia seumur hidup? Untuk mendapatkan teman yang luar biasa, kamu perlu melakukan yang luar biasa pula. Ketika kamu mendapat pilihan untuk menghukum, berilah pengampunan. Mereka tetap perlu bertanggung jawab, tetapi berikanlah kesempatan kepada mereka yang telah bersalah itu untuk memperbaiki diri. Dengan demikian, kamu akan memperoleh teman yang setia dan sangat berterima kasih kepadamu. Tunjukkanlah kasih dan pengampunan yang tidak lazim.—Mike Wittmer
WAWASAN
Karena Saul menjadi raja sebelum Daud, semua keturunan Saul dapat menjadi ancaman bagi kedudukan Daud sebagai raja. Selama hidupnya, Saul menganggap Daud sebagai musuhnya (1 Samuel 18:29; 19:17) dan mencoba membunuhnya (lihat pasal 19-23). Meskipun demikian Daud tidak mau mencelakakan Saul karena Allah pernah mengurapi Saul sebagai raja (lihat pasal 24). Akan tetapi, setelah Saul mati, ketegangan dengan anak-anak Saul masih terus berlangsung (2 Samuel 2:8-9; 3:1).
Karena tidak mengherankan seandainya Daud berniat memusnahkan keluarga Saul, Daud harus meyakinkan Mefiboset tentang kasihnya (2 Samuel 9:7). Meskipun ada ketegangan, ketulusan hati Daud terungkap saat ia menunjukkan kebaikan kepada salah seorang anggota keluarga Saul, yang ia lakukan demi sahabatnya, Yonatan (ay.1). —Julie Schwab
Siapakah orang yang telah bersalah kepadamu? Bagaimana caramu meminta mereka bertanggung jawab, sembari tetap mengampuni mereka?
Ya Bapa, aku telah menerima kasih karunia yang luar biasa dari-Mu. Tolonglah aku menunjukkan kasih itu kepada sesamaku, terutama kepada mereka yang benar-benar menyesali perbuatan mereka.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate