Pages - Menu

Sunday, July 5, 2020

Kekuatan yang Diperbarui

Pujilah Tuhan . . . yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan. —Mazmur 103:1,5
Kekuatan yang Diperbarui
Psikiater Robert Coles memperhatikan adanya pola dari orang-orang yang mengalami burnout (kondisi stres yang berkepanjangan) di tengah kesibukan melayani orang lain. Tanda peringatan pertama adalah kelelahan. Berikutnya, muncul sinisme yang meragukan keadaan akan membaik, disusul dengan kepahitan, putus asa, depresi, dan akhirnya burnout.
Setelah menulis buku tentang bangkit kembali dari mimpi yang kandas, saya pernah memasuki masa-masa sibuk ketika diundang berbicara di berbagai seminar. Membantu orang menemukan harapan setelah mengalami kekecewaan memang membuat saya sangat senang, tetapi ada harga yang harus dibayar. Suatu hari, saat hendak naik ke atas panggung, saya merasa mau pingsan. Karena kurang tidur dan baru kembali dari liburan yang semakin melelahkan, membayangkan harus mendengarkan cerita orang tentang kesusahan mereka membuat saya ngeri. Ternyata saya mengalami pola yang dikatakan Coles.
Alkitab memberikan dua strategi untuk mengatasi burnout. Dalam Yesaya 40, jiwa yang letih akan diperbarui ketika kita berharap kepada Tuhan (ay.29-31). Saya perlu beristirahat di dalam Allah dan percaya bahwa Dia tetap berkarya, daripada terus memaksa dengan kekuatan diri yang semakin berkurang. Selain itu, Mazmur 103 mengatakan bahwa Allah akan memperbarui kita dengan memuaskan hasrat kita dengan segala yang baik (ay.5). Selain pengampunan dan penebusan (ay.3-4), Dia juga mengaruniakan sukacita dan kegembiraan. Setelah mengatur ulang jadwal saya agar memiliki lebih banyak waktu untuk berdoa, beristirahat, dan menekuni hobi fotografi, saya mulai merasa sehat kembali.
Burnout bermula dari kelelahan. Jangan biarkan itu semakin berkembang. Kita akan dapat melayani orang lain dengan lebih baik ketika hidup kita meliputi penyembahan kepada Allah dan peristirahatan di dalam Dia.—Sheridan Voysey
WAWASAN
Pembaruan adalah salah satu tema Mazmur 103 (lihat ay.3-5), yang juga merupakan tema menonjol dalam bagian-bagian Perjanjian Lama yang lain: “Orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya” (Yesaya 40:31); “Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!” (Mazmur 51:12), dan “Bawalah kami kembali kepada-Mu, ya TUHAN, maka kami akan kembali, baharuilah hari-hari kami seperti dahulu kala!” (Ratapan 5:21). Dalam Perjanjian Baru, kita belajar bahwa pembaruan segala sesuatu akan terjadi ketika Yesus datang kembali: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel” (Matius 19:28). Sementara itu, orang-orang yang percaya kepada Yesus diperbarui setiap hari oleh Roh Kudus yang bekerja di dalam hidup mereka (Roma 12:2; 2 Korintus 4:16). —Alyson Kieda
Beban apa yang perlu kamu serahkan kepada Allah saat ini? Bagaimana kekuatanmu dapat diperbarui melalui doa, firman Tuhan dan melakukan kegemaran yang sehat?
Ya Allah, aku ingin bangkit dengan kekuatan seperti rajawali hari ini. Aku percaya Engkau bekerja dalam situasi yang melelahkan ini dan kuterima anugerah-Mu yang mengisi jiwaku dengan sukacita.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate