Pages - Menu

Saturday, July 4, 2020

Seorang yang Baik Hati

Ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan. —Lukas 7:13
Seorang yang Baik Hati
Karena kecewa dan menginginkan kehidupan yang lebih bermakna, Leon berhenti dari pekerjaannya di bidang keuangan. Suatu hari ia melihat seorang pria tunawisma di tikungan jalan mengangkat papan yang bertuliskan: kebaikan adalah obat yang terbaik. Leon berkata, “Kalimat itu langsung mengena ke hati saya. Saya seperti mendapat pencerahan.”
Leon memutuskan untuk memulai kehidupan barunya dengan mendirikan sebuah organisasi internasional yang bertujuan mendorong kebaikan. Ia melakukan perjalanan keliling dunia dan mengandalkan kebaikan orang asing untuk menyediakan baginya makanan, bahan bakar, dan tempat tinggal. Kemudian ia membalas kebaikan mereka, melalui organisasinya, dengan perbuatan baik seperti memberi makan anak yatim piatu atau membangun sekolah untuk anak-anak kurang mampu. Ia berkata, “Meski terkadang dipandang sebagai sesuatu yang lembek, kebaikan sebenarnya merupakan kekuatan yang luar biasa. “
Hakikat Kristus sebagai Allah adalah kebaikan, sehingga kebaikan mengalir secara alami dari-Nya. Saya senang membaca kisah dalam Alkitab tentang apa yang Yesus lakukan ketika Dia bertemu dengan rombongan pelayat yang mengusung jenazah anak lelaki satu-satunya dari seorang janda (Luk. 7:11-17). Wanita yang berduka itu kemungkinan besar sangat bergantung pada putranya dalam hal keuangan. Dalam kisah itu, kita tidak membaca ada orang yang meminta kepada Yesus untuk campur tangan. Murni karena kebaikan hati-Nya (ay.13), Dia tergerak dan kemudian menghidupkan kembali anak lelaki itu. Lalu, orang-orang yang melihat itu berkata tentang Kristus, “Allah telah melawat umat-Nya” (ay.16).—Anne Cetas
WAWASAN
Di dalam Alkitab, kota Nain hanya pernah disebut di Lukas pasal 7. Kota tersebut terletak kurang lebih 32 km barat daya Kapernaum (markas pelayanan Yesus di utara di Danau Galilea) dan sekitar 11 kilometer di selatan Nazaret (tempat tinggal Yesus semasa kecil). Jadi, kota Nain terletak di tengah-tengah daerah asal Kristus. Namun, sebagai tempat terjadinya mukjizat kebangkitan dari kematian, Nain memiliki makna lebih penting lagi. Nain terletak di dekat situs kuno Sunem, suatu kota yang sudah lenyap, kecuali di ingatan orang-orang. Mengapa masih diingat? Di Sunem, Nabi Elisa membangkitkan anak seorang perempuan dari kematian (2 Raja-Raja 4:8-36). Oleh karena itu, tidak mengherankan, ketika Yesus membangkitkan anak laki-laki seorang janda di kota Nain, tanggapan orang-orang adalah, “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita” (Lukas 7:16). Mereka masih ingat apa yang dilakukan Elisa! —Bill Crowder
Kebaikan apa saja yang sudah Tuhan Yesus limpahkan bagimu? Catat semua kebaikan itu dan berterimakasihlah kepada-Nya.
Ya Allah, Engkau selalu melimpahkan karunia kasih-Mu kepadaku. Aku memuji-Mu, karena Engkau telah memperhatikan aku.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate