Pages - Menu

Thursday, July 2, 2020

Pisang yang Berbicara

[Barnabas] menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan. —Kisah Para Rasul 11:23
Pisang yang Berbicara
Jangan pernah menyerah. Buatlah orang lain tersenyum karena kehadiranmu. Yang penting bukanlah masa lalumu, melainkan masa depan yang akan kamu raih. Beberapa murid sebuah sekolah di Virginia Beach, Virginia, menemukan pesan-pesan tersebut dan banyak lagi pesan lain ditulis pada kulit pisang yang menjadi salah satu menu makan siang mereka. Stacey Truman, sang manajer kantin, sengaja menuliskan pesan-pesan itu pada buah tersebut, yang oleh anak-anak kemudian dijuluki sebagai “pisang yang berbicara.”
Pelayanan yang menunjukkan kepedulian itu mengingatkan saya kepada Barnabas yang memperhatikan para petobat yang masih muda dalam iman di kota kuno Antiokhia (Kis. 11:22-24). Barnabas terkenal karena kemampuannya memberikan semangat kepada orang lain. Barnabas dikenal sebagai orang baik yang penuh dengan Roh Kudus dan iman, dan ia menasihati mereka yang baru percaya untuk “tetap setia kepada Tuhan” (ay.23). Saya membayangkan bagaimana ia menghabiskan waktu bersama-sama mereka yang membutuhkan bantuannya dan mengucapkan kata-kata yang menguatkan seperti: Tetaplah berdoa. Percayalah kepada Tuhan. Tetaplah setia kepada Allah walaupun hidup ini sulit.
Seperti anak-anak, orang-orang yang baru percaya kepada Allah membutuhkan banyak dukungan. Mereka penuh dengan potensi dan masih mencari tahu apa saja kecakapan mereka. Mungkin mereka belum sepenuhnya menyadari apa yang ingin Allah lakukan di dalam dan melalui diri mereka, dan sering kali Iblis berupaya keras untuk menghambat pertumbuhan iman mereka.
Kita yang sudah sekian lama mengikut Tuhan Yesus tentu mengerti betapa tidak mudahnya hidup bagi Dia. Kiranya kita semua mampu memberi dan menerima dorongan yang menguatkan bersama Roh Allah yang menuntun serta mengingatkan kita akan kebenaran iman yang kita yakini. —JENNIFER BENSON SCHULDT
WAWASAN
Barnabas, yang nama sebenarnya Yusuf, seorang Lewi yang kaya dari pulau Siprus (Kisah Para Rasul 4:36-37). Barnabas artinya “anak penghiburan”, dan ia berperilaku sesuai namanya. Melalui Barnabas, Saulus (Paulus) diterima dan dipercaya oleh orang-orang Kristen di Yerusalem (Kisah Para Rasul 9:26-30), sehingga terbuka pintu bagi Saulus untuk melayani dengan lebih luas. Dalam perikop hari ini, Barnabas dikirim ke Antiokhia untuk memberi semangat kepada orang-orang percaya yang bukan Yahudi (11:22). Ia kemudian mendorong Paulus untuk datang mengajar orang-orang yang baru percaya tersebut. Di Antiokhia murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen (ay.26). Barnabas juga menguatkan Yohanes yang disebut Markus, seorang anak muda yang dianggap gagal oleh Paulus (Kisah Para Rasul 13:13; 15:36-39), dan berperan penting dalam memulihkan Markus hingga berguna kembali dalam pelayanan (Kolose 4:10; 2 Timotius 4:11). —K.T. Sim
Bagaimana cara Allah menyemangatimu dahulu? Bagaimana Allah dapat bekerja melalui kamu untuk menguatkan orang lain?
Bapa di surga, berikanlah seseorang yang bisa kukuatkan hari ini. Tunjukkan kepadaku apa yang harus kukatakan dan bagaimana aku bisa menjawab kebutuhannya supaya nama-Mu dipermuliakan.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate