Pages - Menu

Friday, July 3, 2020

Hanya Percikan Kecil

Lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. —Yakobus 3:5
Hanya Percikan Kecil
“Kami sedang berada di perpustakaan, dan kami lihat ada kobaran api di luar!” Ia ketakutan. Kami mengenali suaranya, karena itu suara anak perempuan kami. Namun, di saat yang bersamaan kami tahu kampusnya adalah tempat yang paling aman baginya dan bagi hampir 3.000 mahasiswa lain. Kebakaran Woolsey yang terjadi pada tahun 2018 itu menjalar begitu cepat melebihi perkiraan siapa pun—terutama para petugas pemadam kebakaran. Suhu panas yang tercatat paling tinggi sepanjang sejarah, ditambah kondisi kering di kawasan ngarai California, dan tiupan angin kencang Santa Ana yang legendaris sudah cukup untuk membuat percikan kecil api meluap hingga akhirnya membakar kawasan hutan seluas tiga puluh sembilan ribu hektar, menghanguskan lebih dari 1.600 bangunan, dan menewaskan tiga orang. Dalam foto-foto yang diambil setelah pemadaman api, garis pantai yang dahulu hijau dan subur kini gersang seperti permukaan bulan.
Dalam kitab Yakobus, penulis menyebutkan beberapa hal yang kecil tetapi dahsyat, seperti: “kekang pada mulut kuda” dan “kemudi” kapal (3:3-4). Walaupun contoh-contoh itu cukup lazim bagi kita, tetapi masih terkesan jauh. Namun kemudian, ia menyebutkan contoh lain yang lebih umum, suatu hal kecil yang dipunyai setiap orang, yaitu lidah. Meskipun pasal ini awalnya ditujukan terutama bagi para guru (ay.1), tetapi penerapannya juga berlaku kepada setiap dari kita. Lidah, walaupun kecil, dapat menyebabkan kehancuran fatal.
Lidah kecil kita begitu dahsyat dan berkuasa, tetapi Allah kita yang besar jauh lebih berkuasa. Pertolongan-Nya yang kita alami setiap hari memberikan kekuatan untuk mengendalikan dan mengarahkan ucapan kita.—JOHN BLASÉ
WAWASAN
Dalam surat Yakobus, penulis menggambarkan tentang orang yang beragama tetapi tidak mengekang lidahnya, sehingga ibadahnya sia-sia (1:26). Namun, kemudian ia menambahkan bahwa tidak seorang pun berkuasa menjinakkan lidah (3:8). Apa yang dimaksud oleh Yakobus? Karena menulis sebagai hamba Kristus (1:1), ia mungkin sedang mengingat-ingat apa yang Yesus katakan ketika Dia mengingatkan para pemimpin agama di masa itu bahwa apa yang diucapkan mulut meluap dari hati (Matius 12:34). Hati kita, dan bukan semata-mata perkataan, yang perlu dikendalikan oleh Sumber di luar kita. Di akhir pasal 3, Yakobus membandingkan hikmat yang mementingkan diri sendiri dengan hikmat pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik—suatu kerohanian hati, perkataan, dan perbuatan yang berasal dari Roh Yesus yang mengubahkan hidup (3:17-18). —Mart DeHaan
Kapan terakhir kalinya kamu gagal menguasai lidahmu? Bagaimana kekuatan Allah akan dapat menolongmu mengendalikan ucapanmu?
Tuhan Yesus, aku pernah menerima kata-kata orang lain yang menyakitkan. Namun, entah sudah berapa kali aku pun mengucapkan kata-kata yang menyebabkan orang lain sedih atau sakit hati. Tolonglah aku agar dapat mengendalikan lidahku.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate