Pages - Menu

Wednesday, July 8, 2020

Sahabat dalam Kegagalan

Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka. —Kisah Para Rasul 15:38
Sahabat dalam Kegagalan
Pada tanggal 27 November 1939, tiga pemburu harta karun yang ditemani oleh sekelompok kru film menggali jalan beraspal di depan amfiteater Hollywood Bowl di California Selatan. Mereka sedang mencari harta karun Cahuenga Pass berupa emas, berlian, dan mutiara yang menurut desas-desus telah dikubur di sana selama tujuh puluh lima tahun.
Namun, harta karun itu tidak pernah ditemukan. Setelah menggali selama dua puluh empat hari, mereka membentur batu besar dan berhenti. Yang mereka hasilkan hanyalah lubang selebar hampir tiga meter dan kedalaman tiga belas meter. Mereka pun pulang dengan kecewa.
Melakukan kesalahan merupakan hal yang manusiawi—kita semua pasti pernah gagal. Kitab Suci mencatat bahwa seorang pemuda bernama Markus meninggalkan Paulus dan Barnabas dalam suatu perjalanan misi “dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.” Karena hal ini, “Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta” Markus dalam perjalanan berikutnya (Kis. 15:38). Sikapnya mengakibatkan perselisihan besar dengan Barnabas. Namun, meski awalnya gagal, Markus muncul kembali bertahun-tahun kemudian secara mengejutkan. Ketika Paulus kesepian dan mendekam di penjara menjelang akhir hidupnya, ia meminta Markus datang dan menyatakan bahwa “pelayanannya penting bagiku” (2 Tim. 4:11). Allah bahkan mengilhami Markus untuk menulis Injil yang kemudian menyandang namanya.
Hidup Markus menunjukkan bahwa Allah tidak membiarkan kita menghadapi kesalahan dan kegagalan kita seorang diri. Kita memiliki Sahabat yang lebih besar daripada segala kesalahan kita. Saat kita mengikuti Sang Juruselamat, Dia akan menyediakan pertolongan dan kekuatan yang kita butuhkan.—James Banks
WAWASAN
Mengapa isu tentang sunat muncul di Kisah Para Rasul 16:3? Bagi orang Yahudi, sunat melambangkan mereka sebagai bangsa pilihan Allah (lihat Kejadian 17:9-14). Meski demikian, perhatikan bahwa Paulus tidak menyunatkan Timotius sebagai tanda bahwa ia percaya kepada Yesus. Di surat Galatia, Paulus menulis, “Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih” (5:6). Dalam hal ini, Paulus menyunatkan Timotius supaya ia tidak menyinggung perasaan orang-orang Yahudi yang tinggal di Galatia Selatan (sekarang bagian dari Turki). Paulus menunjukkan kepekaan budaya yang besar agar kabar baik tentang Yesus Kristus dapat menjangkau lebih banyak orang. —Tim Gustafson
Kesalahan atau kegagalan apa yang kamu hadapi akhir-akhir ini? Bagaimana kamu mengalami kembali kekuatan dari Allah ketika kamu menyerahkan kegagalan itu kepada-Nya di dalam doa?
Tuhan Yesus, terima kasih Engkau selalu hadir saat aku ingin berbicara dengan-Mu. Aku memuji-Mu untuk penghiburan dan pengharapan yang kuterima hanya dari-Mu!

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate