Pages - Menu

Friday, July 10, 2020

Tidak Aji Mumpung

Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini! —Kisah Para Rasul 16:28
Tidak Aji Mumpung
Ketika sejumlah narapidana sedang bekerja mengangkut sampah di pinggir jalan untuk mendapatkan pengurangan masa hukuman, pengawas mereka, James, mendadak pingsan. Mereka bergegas menghampiri James dan menyadari bahwa ia harus segera mendapatkan pertolongan medis. Salah seorang tahanan meminjam telepon James untuk meminta bantuan. Di kemudian hari, kepala rutan berterima kasih kepada para tahanan yang telah membantu pengawas mereka mendapatkan bantuan medis dengan segera, terutama karena mereka bisa saja tidak mempedulikan James—yang pasti akan membahayakan nyawanya karena terserang stroke—atau aji mumpung dengan memanfaatkan keadaan itu untuk melarikan diri.
Kebaikan para narapidana itu tidak berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Paulus dan Silas ketika mereka dipenjara. Setelah mereka ditelanjangi, didera, dan dilemparkan ke dalam penjara, terjadilah gempa bumi hebat sehingga terlepaslah rantai yang membelenggu mereka dan menggoncangkan pintu-pintu penjara dari engselnya (Kis. 16:23-26). Ketika kepala penjara itu terbangun, ia mengira semua tahanan sudah kabur, sehingga ia bermaksud bunuh diri (daripada dihukum mati karena kaburnya para tahanan). Ketika Paulus berseru dengan suara nyaring, “Kami semuanya masih ada di sini!” (ay.28), kepala penjara itu begitu tersentuh oleh tindakan mereka yang menolak melarikan diri—sesuatu yang tidak lazim dilakukan oleh para tahanan—sehingga ia ingin tahu tentang Allah yang disembah Paulus dan Silas. Pada akhirnya ia pun mau percaya kepada Yesus (ay.29-34).
Cara kita memperlakukan orang lain menunjukkan kepada siapa kita percaya dan nilai apa yang kita anut. Ketika kita memilih untuk berbuat baik daripada melakukan hal yang tidak benar, tindakan kita mungkin akan membuat orang lain ingin mengenal Allah yang kita kenal dan kasihi.—Kirsten Holmberg
WAWASAN
Kisah kepala penjara dalam Kisah Para Rasul 16:19-34 sangatlah menarik. Kemungkinan ia seorang hamba yang ditugaskan menjaga penjara. Menurut hukum Roma, seorang kepala penjara yang membiarkan orang-orang hukuman melarikan diri harus dihukum mati (lihat 12:19). Rupanya lebih baik bunuh diri daripada dihukum mati. Namun, Paulus menghentikan niat kepala penjara itu tepat pada waktunya (16:28). Alhasil, kepala penjara bertanya bagaimana caranya supaya ia bisa selamat. Ia dan seisi rumahnya pun percaya kepada Allah dan memberi diri dibaptis (ay.31-34). Julie Schwab
Dalam situasi apa kamu dapat memilih untuk tidak aji mumpung demi menguntungkan diri sendiri? Bagaimana keputusan itu dapat memberi manfaat bagi orang lain?
Allah Maha Pengasih, tolonglah aku memilih untuk melakukan hal-hal yang akan menarik orang lain mendekat kepada-Mu.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate