Pages - Menu

Sunday, September 27, 2020

Tersesat

 

Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. —Lukas 15:6

Tersesat

Karena tinggal dekat peternakan sapi, komedian Michael Yaconelli sempat memperhatikan bagaimana sapi cenderung berkelana ketika merumput. Seekor sapi akan terus bergerak untuk mencari “padang rumput yang lebih hijau”. Sapi tersebut bisa saja menemukan rumput segar di bawah keteduhan pohon pada pinggir tanah peternakan itu. Lalu, tepat di balik pagar yang sudah patah terdapat semak hijau yang terlihat enak. Sapi itu bisa berkelana lebih jauh melewati pagar dan sampai ke jalan. Begitu terus sampai akhirnya sapi itu tersesat.

Bukan hanya sapi yang suka berkelana. Domba pun begitu. Meski demikian, sebenarnya manusialah yang punya kecenderungan terbesar untuk tersesat.

Mungkin itulah salah satu alasan Allah mengumpamakan kita sebagai domba dalam Alkitab. Kita dengan mudah berkelana dan mencari jalan kita sendiri lewat berbagai kompromi yang gegabah dan pilihan bodoh yang kita ambil. Tanpa kita sadari, kita sudah jauh menyimpang dari kebenaran.

Kepada orang-orang Farisi, Yesus bercerita tentang seekor domba yang hilang. Domba tersebut begitu berharga bagi sang gembala hingga ia rela meninggalkan domba-domba yang lain untuk mencari satu yang tersesat. Ketika ia menemukan domba yang hilang itu, ia sangat bersukacita! (Luk. 15:1-7).

Begitu jugalah sukacita yang Allah rasakan ketika orang berdosa kembali kepada-Nya. Yesus berkata, “Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan” (ay.6). Allah telah mengirimkan kepada kita seorang Juruselamat untuk menyelamatkan dan membawa kita pulang.—Cindy Hess Kasper

WAWASAN
Sepanjang Alkitab, manusia sering disebut sebagai domba (Mazmur 79:13; 95:7; 100:3; Yesaya 53:6; Yeremia 50:6; Yehezkiel 34:17-22; Mikha 2:12; Matius 9:36; 10:16; Yohanes 21:15-17). Salah satu sifat domba adalah cenderung berkeliaran dan tidak mampu melindungi diri sendiri (seperti kita baca di Lukas 15:1-7). Kawanan domba membutuhkan seorang gembala untuk memandu mereka ke rerumputan hijau dan menjaga mereka dari para pemangsa dan pencuri. Namun, dalam sepanjang Alkitab juga kita dapat melihat bahwa domba sangat bernilai. Domba menjadi sumber makanan dan pakaian bagi manusia dan korban bakaran di Bait Allah. Domba mengenal gembala mereka dan menanggapi suaranya. Yohanes 10:3-4 menggambarkan bagaimana Sang Gembala yang Baik—Yesus—memanggil domba-domba-Nya masing-masing menurut namanya dan menuntun mereka. —Alyson Kieda

Dalam hal apa kamu mungkin telah menyimpang ke jalan yang salah? Apa langkah pertama yang perlu kamu ambil untuk kembali kepada Allah?

Bapa di surga, aku merasa tersesat. Apakah aku sudah terlalu jauh dari-Mu? Arahkanlah kembali hatiku dan tunjukkanlah kepadaku jalan pulang kepada-Mu.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate