Pages - Menu

Wednesday, October 14, 2020

Bertumbuh Bersama

 

Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. —Kolose 3:15

Bertumbuh Bersama

Dalam suatu pertandingan bisbol, suami saya, Alan, menempati posisi lapangan di bawah lampu sorot. Ketika bola dipukul tinggi oleh lawan menuju sudut lapangan yang gelap, Alan berlari secepat mungkin untuk menangkapnya. Karena matanya tertuju pada bola, ia tidak melihat ada pagar besi di depan dan menabraknya! Malam itu, saya menanyakan keadaannya. Sambil mengusap-usap pundaknya yang sakit, ia berkata, “Seandainya saja tadi teman-temanku memperingatkan kalau aku sedang berlari ke arah pagar.” Suatu tim baru berfungsi baik bila anggota-anggotanya bekerja sama. Cedera Alan bisa saja dihindari apabila rekan setimnya memperingatkannya lebih awal.

Kitab Suci mengingatkan bahwa setiap anggota jemaat dimaksudkan untuk bekerja sama dan memperhatikan satu sama lain, seperti sebuah tim. Rasul Paulus menyatakan bahwa Allah peduli kepada cara kita berinteraksi satu sama lain, karena apa yang dilakukan oleh satu orang dapat memberi dampak kepada seluruh komunitas orang percaya (Kol. 3:13-14). Ketika kita tidak melewatkan kesempatan yang ada untuk melayani satu sama lain, dengan sungguh-sungguh mementingkan kesatuan dan perdamaian, gereja akan berkembang (ay.15).

Paulus memerintahkan umat Tuhan di Kolose: “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani” (ay.16). Dengan cara itulah kita dapat mendorong dan menjaga satu sama lain melalui hubungan yang jujur dan didasari kasih, menaati dan memuji Allah dengan hati yang penuh syukur—supaya kita semua bertumbuh bersama.—XOCHITL DIXON

WAWASAN
Dalam kitab Kolose, Paulus melawan filsafat “yang kosong dan palsu” (2:8) dengan menguraikan kenyataan yang ajaib bahwa orang-orang percaya mati dan dibangkitkan bersama Kristus menjadi satu tubuh dan keluarga baru yang dipersatukan di dalam Dia (ay.20; 3:1) Untuk menjelaskan bagaimana hidup menurut identitas baru di dalam Yesus, Paulus menggunakan metafora tentang melepaskan dan mengenakan pakaian. Mereka harus “[mem]buang” (3:8, “menanggalkan” secara harfiah) identitas dan kebiasaan lama, lalu “mengenakan” (manusia baru) melalui Roh Kudus dengan kualitas yang indah dari identitas baru mereka di dalam Kristus (ay.10,12). —Monica La Rose

Bagaimana kamu dapat membagikan firman Tuhan kepada orang lain untuk membangun kesatuan dan kasih dalam tubuh Kristus? Bagimu, apa arti memiliki “perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu”?

Allah Bapa, terima kasih Engkau memakai Kitab Suci untuk mengajarku, Roh-Mu untuk membimbingku, dan umat-Mu untuk membuatku tetap berfokus serta bertanggung jawab.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate