Pages - Menu

Tuesday, October 13, 2020

Allah Memegang Kita

 

Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. —Yesaya 41:10

Allah Memegang Kita

Fredie Blom asal Afrika Selatan diakui luas sebagai manusia tertua di dunia. Ia berulang tahun ke-114 pada tahun 2018. Blom yang lahir pada tahun 1904, semasa Wright bersaudara menciptakan pesawat terbang pertama mereka, pernah melewati dua Perang Dunia, masa politik apartheid, dan era Depresi Besar. Ketika ditanya rahasia umur panjangnya, Blom mengaku tidak tahu. Seperti kebanyakan dari kita, ia tidak selalu menjaga makan atau melakukan aktivitas tertentu untuk tetap sehat. Namun, ada satu hal yang dikemukakan Blom sebagai alasannya: “Hanya satu hal, yaitu [Tuhan]. Dia yang berkuasa . . . Dia memegangku.”

Jawaban Blom mengingatkan kita kepada firman yang pernah diucapkan Allah kepada umat Israel, ketika bangsa itu menderita di bawah penindasan musuh yang kejam. “Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau,” Allah berjanji. “Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan” (Yes. 41:10). Seberat apa pun situasinya, dan sekecil apa pun harapan untuk mendapatkan kelegaan, Allah meyakinkan umat-Nya bahwa Dia akan menjaga mereka dengan kasih pemeliharaan-Nya. “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau,” tegas-Nya. “Janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu” (ay.10).

Berapa pun lamanya kita hidup di dunia, beragam kesulitan pasti datang silih berganti. Mungkin ada di antara kita yang mengalami masalah dalam pernikahan, atau anak yang meninggalkan rumah. Yang lain mungkin menerima kabar yang mencemaskan dari dokter, sementara yang lain teraniaya karena iman. Namun, Allah tetap mengulurkan tangan-Nya dan memegang kita kuat-kuat. Dia mendekap dan menjaga kita dengan tangan kasih-Nya yang kuat.—WINN COLLIER

WAWASAN
Rasa takut adalah salah satu emosi yang paling umum digambarkan dalam Alkitab. Kata takut yang ditemukan dalam Yesaya 41 adalah terjemahan dari kata yare dalam bahasa Ibrani. Kata itu mempunyai berbagai arti, termasuk “merasa gentar; kagum; takjub, atau menghormati.” Di ayat 5, “pulau-pulau” dan “ujung-ujung bumi” takut kepada kuasa Allah yang dahsyat. Namun, di ayat 10, Allah memberitahukan Israel untuk tidak takut terhadap apa yang telah dilakukan-Nya. Israel tidak perlu bereaksi seperti bangsa-bangsa lain karena Allah telah memilih Israel dan menjamin kasih-Nya kepada mereka. —J.R. Hudberg

Pernahkah kamu merasa begitu terkucil atau lemah? Apakah mengetahui bahwa Allah memegang hidupmu dengan tangan-Nya yang kuat membuatmu merasa terhibur?

Ya Allah, yakinkan aku bahwa Engkau memegangku kuat-kuat karena aku merasa berada di ujung tanduk saat ini. Aku percaya Engkau akan menolong dan memelihara hidupku.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate