Pages - Menu

Monday, October 12, 2020

Mengasihi Orang Asing

 

Kasihilah dia seperti dirimu sendiri, karena kamu juga orang asing dahulu di tanah Mesir. —Imamat 19:34

Mengasihi Orang Asing

Ketika saya pindah ke luar negeri, ada sebuah pengalaman di awal yang membuat saya merasa kurang diterima. Setelah duduk di sebuah gereja kecil tempat suami saya akan berkhotbah hari itu, seorang lelaki tua membuat saya kaget ketika tiba-tiba ia berkata dengan nada kasar, “Minggir.” Istrinya meminta maaf dan menjelaskan bahwa saya duduk di bangku yang selalu mereka duduki. Bertahun-tahun kemudian baru saya tahu bahwa gereja itu pernah menyewakan tempat duduk untuk pendanaan gereja, sekaligus memastikan bahwa bangku-bangku tertentu tidak akan ditempati oleh orang lain. Rupanya sebagian jemaat masih memelihara mentalitas seperti itu hingga puluhan tahun kemudian.

Belakangan, saya merenungkan bagaimana Allah memerintahkan orang Israel untuk menyambut orang asing dengan cara yang sangat jauh berbeda dengan adat istiadat yang saya alami. Saat menetapkan hukum-hukum yang memungkinkan umat-Nya terus berkembang, Allah mengingatkan mereka untuk menyambut orang asing karena mereka sendiri pernah menjadi orang asing (Im. 19:34). Tidak saja harus memperlakukan orang asing dengan baik (ay.33), umat Israel juga harus mengasihi mereka “seperti diri [mereka] sendiri (ay.34). Allah telah menyelamatkan mereka dari penindasan di Mesir dan memberi mereka tempat tinggal di negeri yang “berlimpah-limpah susu dan madunya” (Kel. 3:17). Dia mengharapkan umat-Nya mengasihi orang lain yang juga tinggal bersama mereka di sana.

Saat kamu bertemu orang asing di sekitarmu, mintalah kepada Allah agar Dia menunjukkan apa saja adat istiadat yang selama ini mungkin menghalangimu untuk membagikan kasih-Nya kepada mereka.—Amy Boucher Pye

WAWASAN
Kitab Imamat tidak selalu mudah untuk dibaca. Kita mungkin terbantu jika kita memahami tujuannya, dan tujuan itu terkandung dalam nama kitab tersebut. Kitab-kitab dalam Alkitab Ibrani diberi nama berdasarkan beberapa kata pertamanya; sedangkan di Barat, kitab-kitab dalam Alkitab sering kali diberi nama sesuai maksud penulisan kitab tersebut. Dalam Alkitab Ibrani, kitab Imamat disebut Vayikra, yang berarti “Dan Dia memanggil” (diambil dari ayat pembuka, “TUHAN memanggil Musa”). Judul dalam bahasa Indonesia, Imamat, dan bahasa Inggris, Leviticus, diambil dari kandungan kitab tersebut, yaitu berbagai ritual, persembahan, dan tuntutan ritus agama dan kesucian. Nama itu diambil dari fakta bahwa ritus-ritus tersebut dipraktikkan oleh para imam yang berasal dari bani Lewi. Dengan memahami bahwa tanggung jawab para imam Lewi dalam memimpin umat untuk beribadah dapat menolong kita membaca kitab ini sesuai waktu, konteks, dan tujuannya. —Bill Crowder

Mengapa begitu penting bagi kita untuk menyambut orang asing ke dalam rumah dan gereja kita? Apa kesulitan terbesar yang kamu alami dalam mengasihi orang asing? Namun, apa berkat terbesar yang mungkin kamu dapatkan?

Allah Bapa, Engkau telah menyambutku dengan tangan terbuka, karena Engkau mengasihiku hari demi hari. Berilah kasih-Mu kepadaku agar dapat kubagikan juga kepada orang lain.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate