Pages - Menu

Sunday, November 8, 2020

Mudah Lupa

 

Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak Tuhan, Allahmu. —Ulangan 8:2

Mudah Lupa

Seorang wanita mengeluh kepada gembala gerejanya karena sang pendeta berulang kali mengatakan hal yang sama dalam khotbahnya. “Mengapa kamu melakukan itu?” tanyanya. Sang pendeta menjawab, “Karena orang mudah lupa.” Ada banyak alasan mengapa kita mudah lupa—karena sudah lama berlalu, usia yang semakin tua, atau karena terlalu sibuk. Kita melupakan kata sandi, nama-nama orang, bahkan tempat kita memarkir mobil. Suami saya berkata, “Otakku sudah tidak bisa menampung lagi. Aku harus menghapus beberapa hal sebelum bisa mengingat hal-hal baru.” Pendeta tadi benar. Orang mudah lupa. Karena itu kita perlu sering diingatkan untuk mengingat lagi apa yang sudah Allah perbuat bagi kita. Orang Israel juga mempunyai kecenderungan yang sama. Walaupun sudah melihat dan mengalami banyak mukjizat, mereka masih perlu diingatkan tentang pemeliharaan Allah atas hidup mereka. Dalam Ulangan 8, Allah mengingatkan bangsa Israel bahwa Dia pernah mengizinkan mereka mengalami kelaparan di padang gurun, tetapi kemudian menyediakan makanan yang luar biasa bagi mereka berupa manna. Dia juga menyediakan pakaian yang tidak pernah usang. Dia telah memimpin mereka melewati padang gurun yang penuh ular dan kalajengking serta menyediakan air yang keluar dari batu. Umat Israel telah belajar merendahkan diri karena menyadari betapa mereka perlu bergantung total kepada kasih dan pemeliharaan Allah (ay.2-4,15-18). Kesetiaan Allah “tetap turun-temurun” (Mzm. 100:5). Setiap kali mulai lupa, kita dapat memikirkan kembali bagaimana Dia telah menjawab doa-doa kita, dan itu mengingatkan kita pada kebaikan dan janji setia-Nya.—CINDY HESS KASPER

WAWASAN
Ulangan 8:10-18 berasal dari khotbah Musa yang kedua (dan terpanjang) dari tiga khotbahnya kepada orang-orang Israel sebelum mereka memasuki Tanah Perjanjian (Ulangan 5-26). Ayat 3 merupakan ayat kunci dalam Ulangan 8, ketika Musa mengatakan: “[Allah] merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna . . . untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.” Hal ini menjelaskan perintah Yesus kepada kita mengenai cara berdoa: “Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya” (Lukas 11:3). —Tim Gustafson

Dalam hal apa saja kamu bergumul untuk mempercayai Allah? Apa saja ayat Alkitab yang menolongmu mengingat kasih dan pemeliharaan Allah atas hidumu?

Ya Bapa, terima kasih karena Engkau selalu setia. Tolonglah aku mempercayai-Mu dalam apa pun yang kuhadapi hari ini.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate