Pages - Menu

Saturday, November 7, 2020

Serahkan Hasilnya kepada Allah

 

Janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga. —Lukas 10:20

Serahkan Hasilnya kepada Allah

Bertahun-tahun lalu, saya diundang berbicara kepada anggota sebuah organisasi sosial dalam suatu universitas. Karena para anggotanya memiliki reputasi yang kurang baik, saya membawa seorang teman untuk menemani saya. Saat itu suasana hati mereka sedang senang karena kampus mereka baru saja memenangkan kejuaraan football. Saat makan malam, suasana mendadak rusuh! Lalu, ketua organisasi itu mengumumkan: “Kita kedatangan dua orang yang akan berbicara kepada kalian tentang Tuhan.” Saya berdiri dengan kaki lemas dan mulai berbicara tentang kasih Allah, dan seisi ruangan pun menjadi sunyi. Mereka semua sungguh-sungguh menyimak. Setelah itu ada sesi tanya jawab yang sangat aktif. Kami lalu memulai kelas pendalaman Alkitab, dan dari tahun ke tahun, banyak di antara mereka yang menerima Tuhan Yesus dan diselamatkan. Saya ingat banyak momen luar biasa, ketika saya seperti “melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit” (Luk. 10:18), tetapi ada pula hari-hari ketika rasanya saya yang terjatuh dan gagal. Lukas 10 bercerita tentang murid-murid Yesus yang baru pulang dari pelayanan yang berhasil. Banyak jiwa dimenangkan, setan-setan diusir, dan banyak orang disembuhkan. Murid-murid sangat bersukacita! Yesus berkata, “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.” Namun, Yesus lalu memperingatkan mereka, “Janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga” (ay.20). Kita bersukacita ketika berhasil. Namun, kita mungkin sangat sedih ketika kita merasa gagal. Akan tetapi, lakukanlah terus panggilan Allah—dan serahkanlah hasilnya kepada Dia. Dia telah mencatat namamu di surga! —DAVID H. ROPER

WAWASAN
Lukas 10:1 mengatakan bahwa Yesus mengutus “tujuh puluh murid yang lain” mendahului-Nya. Murid-murid “yang lain” ini merupakan tambahan pada kedua belas murid yang Dia utus dalam Lukas 9:1-6. Ini berarti Yesus mengirimkan setidaknya delapan puluh dua orang mendahului-Nya untuk menyampaikan pesan-Nya kepada banyak orang. Merespons antusiasme para murid atas takluknya setan-setan kepada mereka dalam nama-Nya (10:17), Yesus mengatakan bahwa Dia melihat Iblis jatuh dari langit (ay.18). Gambaran ini mengingatkan pada kata-kata Nabi Yesaya dalam Yesaya 14:12. Ia mengatakan bahwa sisa-sisa bangsa Israel setelah pembuangan akan menantang Babel, dengan mengatakan, “Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!” Kepercayaan Yudaisme menghubungkan kejatuhan Iblis dengan kedatangan Mesias. Takluknya para setan dalam nama dan kuasa Yesus menjadi bukti bahwa Dialah Sang Mesias. —J.R. Hudberg

Bayangkanlah namamu tertulis pada hati Allah. Bagaimana hal itu menyemangati untuk terus melangkah dalam keadaan yang baik-baik saja? Bagaimana apabila keadaannya kurang baik?

Terima kasih, ya Allah, ketika Engkau memberiku kemenangan atas musuh-musuhku, tetapi tolonglah aku untuk tetap kuat ketika aku gagal. Aku bersyukur berada dalam keluarga-Mu.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate