Pages - Menu

Tuesday, December 1, 2020

Hadir bagi Orang Lain

 

Lalu mereka duduk bersama-sama dia di tanah selama tujuh hari tujuh malam. —Ayub 2:13

Hadir bagi Orang Lain

Ketika Jen, seorang pegawai taman hiburan, melihat Ralph menggeloso di atas tanah dengan berurai air mata, ia bergegas datang membantu. Ralph, bocah pengidap autisme, sedang menangis tersedu-sedu karena wahana yang sangat ingin dinaikinya ternyata rusak. Alih-alih langsung mengangkat Ralph atau menyuruhnya untuk segera merasa baikan, Jen ikut duduk di tanah bersamanya, lalu membiarkan anak itu menyalurkan emosinya dan menangis sampai puas.

Tindakan Jen memberikan teladan yang indah bagaimana kita dapat hadir mendampingi orang-orang yang sedang bersedih atau menderita. Alkitab menceritakan besarnya kesedihan Ayub setelah kehilangan rumah, ternak (penghasilannya), kesehatan, dan kematian kesepuluh anaknya pada saat bersamaan. Ketika sahabat-sahabat Ayub mendengar kabar tentang musibah yang dideritanya, “datanglah mereka dari tempatnya masing-masing . . . bersepakat untuk mengucapkan belasungkawa kepadanya dan menghibur dia” (Ayb. 2:11). Ayub duduk di atas tanah dalam duka. Ketika tiba, sahabat-sahabatnya itu duduk bersama Ayub—selama tujuh hari tujuh malam—dengan tidak mengucapkan sepatah kata pun kepadanya karena melihat penderitaan Ayub sangat berat.

Sahabat-sahabat Ayub memang kemudian memberikan nasihat yang tidak peka terhadap kondisi Ayub. Namun, selama tujuh hari pertama, kehadiran mereka dalam diam memberikan penghiburan yang lembut kepada Ayub. Kita mungkin tidak dapat menyelami kesedihan seseorang, tetapi untuk mengasihi mereka, yang dibutuhkan hanyalah kehadiran kita bersamanya. —KIRSTEN HOLMBERG

WAWASAN
Meskipun kitab Ayub tidak menyebutkan peristiwa-peristiwa tertua yang tercatat di Alkitab (lihat Kejadian 1), beberapa ahli menganggapnya sebagai kitab yang ditulis paling awal. The Bible Knowledge Commentary menyatakan bahwa kitab Ayub kemungkinan ditulis sekitar tahun 2000 SM, dengan alasan-alasan berikut: Panjangnya usia Ayub (kira-kira 210 tahun), kekayaannya yang diukur dalam jumlah ternak, tidak disebutnya sama sekali hukum dan tradisi Taurat, dan nama leluhur untuk Allah (El Shaddai atau Yang Mahakuasa) disebut lebih dari tiga puluh kali (tetapi hanya belasan kali dalam bagian-bagian lain dari Perjanjian Lama). Fakta-fakta tersebut mengindikasikan bahwa kitab Ayub ditulis sangat awal. Kitab Ayub mendapat tempat di hati banyak orang di mana saja karena keterusterangannya dalam membahas pergumulan dengan masalah penderitaan. —Bill Crowder

Siapa yang pernah hadir bagi kamu di masa-masa sulit? Siapa yang membutuhkan kehadiranmu hari ini?

Ya Allah, terima kasih karena Engkau selalu hadir menyertaiku—di masa senang maupun susah. Tolonglah aku agar dapat memberikan anugerah kehadiran seperti itu kepada mereka yang membutuhkannya.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate