Pages - Menu

Monday, December 14, 2020

Siapa Diri Kamu

 

Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? —Mazmur 8:5

Siapa Diri Kamu

Namanya Dnyan, dan ia menganggap dirinya mahasiswa dari dunia. “Suatu sekolah yang sangat besar,” katanya tentang berbagai kota dan desa yang pernah dilewatinya. Ia memulai perjalanan bersepedanya pada tahun 2016, dan selama empat tahun ia bertemu serta belajar dari banyak orang. Ketika menghadapi kendala bahasa, ia mendapati bahwa terkadang orang bisa memahami hanya dengan saling berpandangan. Ia juga mengandalkan aplikasi terjemahan di ponsel pintarnya untuk berkomunikasi. Ia tidak mengukur perjalanannya berdasarkan jarak yang sudah dijalaninya atau tujuan wisata mana saja yang pernah dilihatnya. Sebaliknya, ia mengukurnya berdasarkan berapa banyak orang yang telah meninggalkan jejak di dalam hatinya: “Mungkin aku tidak memahami bahasamu, tetapi aku ingin mengenal siapa dirimu.”

Dunia ini sangat besar, tetapi Allah tahu segala sesuatu dan mengenal semua orang di dalamnya. Daud sang pemazmur merasa kagum kepada Allah, ketika ia melihat semua benda buatan jari Allah: langit, bulan, dan bintang-bintang (Mzm. 8:4). Daud bertanya-tanya, “Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?” (ay.5).

Jauh lebih daripada siapa pun, Allah mengenal dan mempedulikanmu. Satu-satunya respons yang patut kita berikan adalah berseru, “Ya Tuhan, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!” (ay.2,10). —ANNE CETAS

WAWASAN
Di ayat pembuka himne pujian yang indah ini, Daud menyatakan kebesaran Allah melalui kuasa dan kebesaran-Nya yang nyata di surga dan di bumi. Di Mazmur 8:3, ia menyatakan, “Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu.” Beberapa terjemahan Alkitab menyatakannya: “Pemerintahan-Mu teguh tak tergoyahkan” (BIS); “Engkau telah menetapkan kekuatan” (MILT). Di sini Daud merenungkan kuasa dan kemuliaan Allah yang dinyatakan melalui bayi dan anak-anak kecil. Gagasan itu menggemakan tema umum dalam Alkitab tentang bagaimana Allah memakai yang lemah untuk menyatakan kekuatan dan kemegahan-Nya (1 Korintus 1:27). Ayat-ayat selanjutnya dari Mazmur 8 merujuk kepada kisah penciptaan dalam Kejadian 1—2 dan kenyataan bahwa manusia adalah puncak dari karya cipta Allah. Alyson Kieda

Bagaimana perasaanmu mengetahui bahwa Allah mengenal segala sesuatu tentang dirimu dan mengasihimu? Bagaimana kamu menerapkan kebenaran ini dalam hidupmu hari ini?

Ya Allah, sungguh mengagumkan bagaimana Engkau tahu segala sesuatu tentang karya ciptaan-Mu. Aku mengasihi-Mu karena Engkau mengenalku secara pribadi.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate