Pages - Menu

Saturday, December 26, 2020

Siapa yang Masih Membutuhkan Saya?

 

Setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram. —1 Raja-raja 19:15

Siapa yang Masih Membutuhkan Saya?

Dalam suatu penerbangan dinihari ke Washington, DC, penulis rubrik opini Arthur Brooks tidak sengaja mendengar seorang wanita lanjut usia berbisik kepada suaminya, “Siapa bilang tidak ada yang membutuhkanmu lagi?” Suaminya bergumam bahwa ia berharap untuk mati saja, dan istrinya membalas, “Sudahlah, jangan bicara seperti itu.” Setelah mendarat, Brooks menoleh dan langsung mengenali pria tua itu. Ia seorang pahlawan terkenal di dunia. Para penumpang lain menyalaminya, dan pilot pesawat itu mengucapkan terima kasih untuk keberaniannya di masa lalu. Bagaimana mungkin lelaki perkasa itu kini tenggelam dalam keputusasaan?

Nabi Elia dengan berani mengalahkan empat ratus lima puluh nabi Baal sendirian—atau begitulah sangkanya (1 Raj. 18). Padahal sebenarnya ia tidak benar-benar melakukannya sendirian; Allah menyertainya di sana! Namun kemudian, karena merasa kesepian, ia meminta Allah mencabut saja nyawanya.

Allah menguatkan semangat Elia dengan membawanya ke hadapan-Nya dan memberinya orang-orang baru untuk dilayani. Elia harus pergi dan “mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram”, Yehu menjadi “raja atas Israel”, dan Elisa “menjadi nabi menggantikan engkau” (19:15-16). Setelah diberikan tujuan baru ini, Elia kembali bersemangat untuk menemukan dan membimbing penerusnya.

Mungkin kamu pernah meraih prestasi besar di masa lalu, dan saat ini kamu merasa hidupmu telah mencapai puncak, atau bahkan tidak pernah sampai ke puncak sama sekali. Tidak masalah. Lihatlah sekelilingmu. Pertempuran yang kamu hadapi sekarang mungkin tak lagi sehebat dahulu, tantangannya tidak seberapa, tetapi masih ada orang-orang yang membutuhkanmu. Layanilah mereka dengan sungguh-sungguh demi nama Yesus, dan itu sangat berarti. Merekalah tujuan dan alasanmu masih ada hingga hari ini. —Mike Wittmer

WAWASAN
Ketika Allah memberitahukan Elia bahwa Dia telah meninggalkan tujuh ribu orang di Israel yang tetap setia kepada-Nya (1 Raja-Raja 19:18), Dia memperbaiki kesalahpahaman Elia bahwa ia satu-satunya orang yang masih benar-benar menyembah Allah (18:22; 19:10,14). Beberapa ahli memandang tujuh ribu sebagai lambang kepenuhan. Meskipun ada perlawanan dari raja Israel yang jahat, Ahab, dan istrinya Izebel, Allah masih memelihara sejumlah orang sebagai “sisa” umat-Nya. Gagasan tentang sekelompok umat “sisa” yang dipelihara Allah terlihat dengan keluarga Nuh (Kejadian 6—9), dengan mereka yang terluput dari pengepungan (2 Raja-Raja 19:4,30-31), dan di antara orang-orang Israel yang dibuang (Yesaya 10:20-22; 11:16; 46:3). Bagi Rasul Paulus, orang-orang Yahudi yang percaya kepada Yesus sekarang menjadi suatu umat “sisa” yang setia sebagai kegenapan dari pernyataan di 1 Raja-Raja 19:18 (Roma 11:2-5). —Con Campbell

Siapa yang dapat kamu layani bagi Kristus hari ini? Mengapa penting bagimu untuk membagikan kasih Allah kepada orang lain?

Allah Roh Kudus, bukalah mataku untuk melihat siapa saja yang dapat kulayani demi nama Yesus.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate