Pages - Menu

Tuesday, February 12, 2013

Pengorbanan Kecil

Bacaan: Markus 10:17-27
"Segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah" (Markus 10:27).

Dalam masa menjelang perayaan Paskah seperti ini, saya mulai berpikir tentang pengorbanan yang Yesus berikan sehingga hubungan saya dengan Allah dapat dipulihkan. Untuk membantu saya memusatkan perhatian pada semua yang telah Dia korbankan bagi saya, saya melakukan sebuah pengorbanan kecil: saya berpuasa dari sesuatu yang biasanya saya nikmati. Setiap keinginan terhadap makanan atau minuman atau kesukaan yang biasa saya lakukan mengingatkan saya tentang betapa besarnya pengorbanan yang telah diberikan Yesus kepada saya.
Akan tetapi karena ingin berhasil, saya cenderung mengorbankan sesuatu yang bukan merupakan cobaan besar bagi saya. Meski demikian, tetap saja saya gagal. Ketidakmampuan saya untuk menjadi sempurna dalam hal yang sedemikian kecil itu mengingatkan saya tentang pentingnya Paskah. Jika kita dapat menjadi sempurna, Yesus tidak perlu mati.
Seorang lelaki muda kaya yang Yesus temui dalam perjalananNya ke Yudea berusaha memperoleh hidup kekal dengan cara berbuat baik. Namun Yesus, yang tahu bahwa lelaki itu tidak akan pernah cukup baik untuk mencapai keselamatan, berkata, "Bagi manusia [keselamatan] itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah" (Markus 10:27).
Meski mengorbankan sesuatu tidak membuat seseorang menjadi baik, hal ini dapat mengingatkan kita bahwa tidak ada seorangpun yang baik, kecuali Allah (ayat 18). Hal ini penting untuk diingat, karena pengorbanan oleh Allah yang baik dan sempurna itulah yang telah membuka jalan keselamatan bagi kita.

'Ku b'rikan bagimu tubuhKu, darahKu, engkau pun 'Ku tebus, selamat jiwamu. Bagimu 'Ku b'ri hidupKu; apakah balasmu? Bagimu 'Ku b'ri hidupKu, apakah balasmu?

Yesus mengorbankan hidupNya agar kita dapat hidup.


Dikutip dari "Santapan Rohani - RBC Indonesia" edisi 13 Februari 2013.
Tuhan Yesus memberkati

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Translate