Pages - Menu

Monday, December 14, 2015

Mari Rayakan

Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujlah Dia dengan permainan kecapi dan seruling! —Mazmur 150:4
Mari Rayakan
Setelah pemain Ghana, Asamoah Gyan, mencetak gol dalam pertandingan melawan Jerman pada kejuaraan Piala Dunia 2014, ia dan rekan-rekan satu timnya melakukan tarian serempak. Ketika pemain Jerman, Miroslay Klose, mencetak gol beberapa menit kemudian, ia pun melakukan koprol. “Perayaan gol dalam sepakbola sangat menarik untuk diperhatikan karena aksi-aksi itu menunjukkan kepribadian, nilai, dan semangat sang pemain,” kata Clint Mathis, yang pernah mencetak gol untuk Amerika Serikat pada Piala Dunia 2002.
Di Mazmur 150, pemazmur mengundang “segala yang bernafas” untuk merayakan dan memuji Tuhan dalam berbagai cara. Ia mengajak kita untuk menggunakan sangkakala, gambus, kecapi, seruling, ceracap, dan tari-tarian. Ia mendorong kita untuk merayakan, menghormati, dan memuliakan Tuhan dengan kreatif dan penuh semangat. Karena Allah itu besar dan telah melakukan hal-hal luar biasa untuk umat-Nya, maka Dia layak menerima segala pujian. Ungkapan pujian yang ditunjukkan itu akan datang dari dalam hati yang meluap dengan ucapan syukur kepada Allah. “Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN!” seru pemazmur (150:6)
Walaupun kita mungkin memuji kebesaran Tuhan dalam cara yang berbeda-beda (omong-omong, saya tidak menyarankanmu untuk melakukan koprol pada saat kebaktian), pujian kita kepada-Nya patutlah diungkapkan dengan penuh semangat dan bermakna. Ketika kita merenungkan karakter Tuhan dan kebesaran karya-Nya bagi kita, tidak mungkin bagi kita untuk tidak merayakan Dia dengan pujian dan penyembahan. —Marvin Williams
Bagaimana Mazmur 150 telah menantangmu untuk lebih sungguh-sungguh mengungkapkan perasaanmu dalam memuji Allah? Luangkanlah waktu untuk memikirkan kebesaran karya Allah yang Mahabesar. Kemudian pujilah Dia.
Pujian adalah kidung yang keluar dari jiwa yang telah dimerdekakan.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Translate