Pages - Menu

Sunday, April 5, 2020

Pribadi yang Menyelamatkan

Mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: “Hosana!” —Yohanes 12:13
Pribadi yang Menyelamatkan
Desmond dijuluki “salah satu orang paling berani yang pernah hidup” meski keberaniannya tidak seperti bayangan kebanyakan orang. Ia adalah seorang tentara yang menolak menyandang senjata. Sebagai tenaga medis, ia pernah seorang diri menyelamatkan tujuh puluh lima tentara yang terluka dalam suatu pertempuran, termasuk orang-orang yang pernah menyebutnya pengecut dan mengolok imannya. Saat berlari di tengah medan pertempuran, Desmond terus berdoa, “Tuhan, tolong aku menemukan satu orang lagi.” Ia pun dianugerahi Medali Kehormatan untuk aksi heroiknya itu.
Kitab Suci mencatat bagaimana orang juga sering salah memahami Yesus. Pada hari yang telah dinubuatkan oleh Nabi Zakharia (zak. 9:9), Yesus masuk ke Yerusalem dengan menunggangi seekor keledai dan disambut kerumunan orang yang melambai-lambaikan daun-daun palem dengan berseru-seru: “Hosana!” (seruan pujian yang berarti “Selamatkan!”). Mengutip Mazmur 118:26, mereka berseru: “Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!” (Yoh. 12:13). Namun, ayat berikutnya dalam mazmur tersebut menyebutkan tindakan membawa korban “dengan tali” (Mzm. 118:27). Orang banyak dalam Yohanes 12 mengharapkan seorang raja duniawi untuk membebaskan mereka dari penjajahan Romawi, tetapi Yesus lebih daripada itu. Dia Raja segala Raja sekaligus korban kita—Allah dalam rupa manusia, yang rela disalib untuk melepaskan kita dari dosa-dosa kita—suatu tujuan yang telah dinubuatkan berabad-abad sebelumnya.
“Mula-mula murid-murid Yesus tidak mengerti akan hal itu,” tulis Yohanes, “tetapi sesudah Yesus dimuliakan, teringatlah mereka, bahwa nas itu mengenai Dia” (Yoh. 12:16). Maksud Allah yang abadi menjadi jelas ketika firman-Nya menerangi hati kita. Karena kasih-Nya yang begitu besar, Dia rela mengutus seorang Juruselamat yang perkasa untuk kita!—James Banks
WAWASAN
Kata Hosana (Yoh. 12:13) hanya muncul di Perjanjian Baru dalam kaitannya dengan masuknya Yesus ke Yerusalem selama perayaan Paskah. Menurut Zondervan Encyclopedia of the Bible, “Istilah ini awalnya adalah doa permohonan dalam bahasa Ibrani yang ditujukan kepada Allah [artinya ‘Selamatkanlah sekarang’]. . . . Selanjutnya istilah ini dipakai sebagai seruan kegembiraan, sebuah pujian kepada Allah.” Kata ini juga dipakai sebagai seruan penyambutan, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang menyambut Yesus. Namun tidak diragukan lagi bahwa ketiga arti itu juga ditemukan dalam perikop ini. Yohanes menyebutkan bahwa mereka yang melihat bagaimana Yesus membangkitkan Lazarus juga ada di situ waktu Dia memasuki Yerusalem dan menyebarkan berita tentang Dia. Mereka yang datang untuk melihat Dia yang sanggup menyelamatkan dari kematian mungkin juga berseru-seru memohon agar mereka diselamatkan dari penjajahan Romawi. Sementara yang lain mungkin sekadar menyerukan “Hosana!” sebagai pujian kepada Yesus atas segala perbuatan ajaib yang telah Dia lakukan.—J.R. Hudberg
Bagaimana cara Yesus menyelamatkanmu? Bagaimana kamu dapat mengungkapkan rasa syukurmu kepada-Nya hari ini?
Juruselamat yang telah bangkit, aku mengucap syukur kepada-Mu untuk pengorbanan-Mu di atas kayu salib. Tolonglah aku untuk hidup melayani dan memuji-Mu, Rajaku yang abadi!

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate